Detail Berita

Blog Single

Terciptanya Aparatur yang Menganalisa Kestabilan Lereng Pertambangan

Aktivitas penambangan mineral dan batubara di tambang terbuka, akan selalu menghadapi permasalahan kestabilan lereng. Kestabilan lereng, baik lereng alami maupun lereng buatan, serta lereng timbunan, dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat dinyatakan secara sederhana sebagai gaya-gaya penahan dan gaya-gaya penggerak yang bertanggung jawab terhadap kestabilan lereng tersebut.
Untuk menyatakan tingkat kestabilan suatu lereng, dikenal dengan istilah Faktor Keamanan (Safety Factor), diperlukan untuk mengetahui kemantapan suatu lereng untuk mencegah bahaya longsoran di waktu yang akan datang.
Untuk itu aparatur yang bertugas dalam melakukan pengawasan pertambangan juga dituntut mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam menganalisis kestabilan lereng pada pertambangan sehingga terwujudnya kaidah teknis pertambangan yang baik serta berwawasan keselamatan dan lingkungan.
PPSDM Geominerba bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara menyelenggarakan Diklat Analisis Kestabilan Lereng Pertambangan berbasis online, yang diikuti oleh sebanyak 25 orang ASN di lingkungan Ditjen Minerba .
Materi yang akan diberikan selama diklat yaitu: Pengantar Geoteknik Tambang dan Analisis Kestabilan Lereng, Hidrologi Tambang dan Hidrogeologi, Geologi Umum, Geologi Struktur, Deformasi dan Tektonik, Tanah/Liquifaksi dan Longsor, Geoteknik Tambang dan Gerakan Tanah, dan Sifat Fisik Mekanik Batuan dan Tanah.
Materi lainnya seperti Rock Mass Rating dan Slope Mass Rating, Analisis Kestabilan Lereng Tanah, Analisis Lereng Tanah (Manual), Penyelidikan Geoteknik, dan Analisis Kestabilan Lereng GeoSlope/Slide-2 akan diberikan selama lima hari kedepan (12-16 Juli 2021).
Melalui Diklat Analisa Kestabilan Lereng pertambangan diharapkan terciptanya aparatur yang mampu menganalisis kestabilan lereng pertambangan yang stabil dan aman. (IR)

Share this Post: