PPSDM Geominerba dan PT Freeport Indonesia Tingkatkan Kompetensi Puluhan Tenaga Kerja Pertambangan

9 Fakta Gunung Baturid

Timika – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batubara (PPSDM Geominerba) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia di sektor pertambangan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan PT Freeport Indonesia dalam penyelenggaraan In House Training yang berlangsung pada 19–23 Oktober 2026.

Pelatihan ini diikuti oleh 66 peserta yang terbagi dalam empat program pelatihan, yaitu PP Madya, Penyegaran Juru Ledak Kelas II, Refresh PP Madya, dan Refresh KIM. Keempat program tersebut diselenggarakan untuk mendukung peningkatan sekaligus pemeliharaan kompetensi tenaga kerja pertambangan sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan.

Program PP Madya dilaksanakan pada 19–23 Oktober 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 42 orang. Selanjutnya, program Penyegaran Juru Ledak Kelas II berlangsung pada 20–22 Oktober 2026 dan diikuti oleh 9 peserta.

Selain kedua program tersebut, PPSDM Geominerba juga menyelenggarakan Refresh PP Madya yang diikuti oleh 7 peserta serta Refresh KIM dengan jumlah 8 peserta. Kedua kegiatan penyegaran ini dilaksanakan pada 21–22 Oktober 2026.

Melalui rangkaian pelatihan tersebut, para peserta diharapkan dapat memperkuat pemahaman, memperbarui pengetahuan, serta meningkatkan keterampilan teknis yang relevan dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong penerapan standar keselamatan dan praktik kerja yang baik dalam kegiatan operasional pertambangan.

Penyelenggaraan In House Training ini merupakan salah satu bentuk sinergi antara PPSDM Geominerba dan PT Freeport Indonesia dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia pertambangan yang profesional, kompeten, dan berdaya saing.

PPSDM Geominerba berharap kerja sama yang telah terjalin dengan PT Freeport Indonesia dapat terus diperkuat melalui berbagai program pengembangan kompetensi yang berkelanjutan. Dengan demikian, peningkatan kualitas sumber daya manusia diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap produktivitas, keselamatan kerja, dan keberlanjutan industri pertambangan nasional. (EP)