PPSDM Geominerba Perkuat Kompetensi Pengawas melalui POP Angkatan V

9 Fakta Gunung Baturid

Bandung – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batubara (PPSDM Geominerba) menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Pengawas Operasional Pertama (POP) pada Pertambangan Angkatan V pada 5–10 Oktober 2026 di PPSDM Geominerba, Bandung. Kegiatan ini diikuti enam peserta dari berbagai perusahaan pertambangan di Indonesia untuk meningkatkan kompetensi dalam menjalankan pengawasan operasional dan pengelolaan keselamatan pertambangan.

Kepala PPSDM Geominerba, Bayu Nugroho, membuka kegiatan pada Senin (5/10). Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa industri pertambangan memiliki risiko kerja tinggi sehingga membutuhkan sumber daya manusia yang mampu menjalankan tugas secara profesional, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pengawas Operasional Pertama memiliki peran sebagai pengawas lini pertama yang membawahi langsung pekerja tingkat pelaksana. Posisi tersebut menuntut kemampuan untuk mengawasi pekerjaan sekaligus memastikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja, perlindungan lingkungan, serta penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik di area tanggung jawabnya.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pelaksanaan ketentuan keselamatan pertambangan, inspeksi, investigasi kecelakaan, serta perlindungan lingkungan. Pembelajaran juga mencakup identifikasi bahaya dan pengendalian risiko, analisis keselamatan pekerjaan, pelaksanaan pertemuan keselamatan pertambangan terencana, serta tugas dan tanggung jawab pengawas.

Pelatihan menghadirkan pengajar dari PPSDM Geominerba dan Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara. Selain pembekalan materi, rangkaian kegiatan mencakup uji kompetensi oleh LSP ESDM sebagai bagian dari proses sertifikasi untuk menilai kompetensi peserta sesuai persyaratan yang ditetapkan.

Melalui kegiatan ini, PPSDM Geominerba berharap para peserta dapat memperkuat kemampuan teknis dan pengawasan untuk diterapkan di perusahaan masing-masing. Pengawas yang kompeten diharapkan mampu membangun budaya keselamatan sekaligus mendukung kegiatan pertambangan yang aman, produktif, dan berkelanjutan. (EP)